PolynusaPolynusa Coba gratis
Semua artikel BISNIS

Cara Membuat Laporan Laba Rugi UMKM: Format, Contoh Angka, dan Kesalahan yang Membuat Laba Terlihat Palsu

Langkah menyusun laporan laba rugi usaha kecil dari catatan transaksi, format pendapatan sampai laba bersih, contoh perhitungan harga pokok penjualan, dan pos yang sering salah masuk seperti prive, cicilan pokok, dan pembelian peralatan.
TP
Tim PolynusaBisnis · 5 Nov 2026 · 5 menit baca

Cara membuat laporan laba rugi UMKM pada dasarnya adalah mengelompokkan semua transaksi dalam satu periode ke dalam lima baris: pendapatan, harga pokok penjualan, laba kotor, beban operasional, dan laba bersih. Rumus intinya, laba bersih sama dengan pendapatan dikurangi harga pokok penjualan dikurangi semua beban. Yang membuatnya sulit bukan rumusnya, tetapi memastikan setiap transaksi masuk ke baris yang benar.

Laporan laba rugi adalah salah satu laporan minimum dalam SAK EMKM, standar akuntansi untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, bersama laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Bank dan calon investor hampir selalu memintanya. Di bawah ini formatnya, contoh angka yang bisa Anda tiru, dan pos-pos yang paling sering salah masuk.

Format laporan laba rugi untuk usaha kecil

Urutan baku yang mudah dibaca:

  1. Pendapatan usaha: penjualan kotor dikurangi retur dan diskon penjualan.
  2. Harga pokok penjualan (HPP): biaya langsung atas barang atau jasa yang terjual.
  3. Laba kotor: pendapatan dikurangi HPP.
  4. Beban operasional: gaji, sewa, listrik dan air, pemasaran, transport, perlengkapan, dan biaya rutin lain.
  5. Laba usaha: laba kotor dikurangi beban operasional.
  6. Pendapatan dan beban lain: bunga bank, biaya administrasi bank, atau laba penjualan aset.
  7. Laba sebelum pajak, lalu dikurangi pajak penghasilan sesuai skema pajak usaha Anda.
  8. Laba bersih.

Untuk usaha jasa yang tidak menjual barang, baris HPP bisa diisi biaya langsung jasa, misalnya honor tenaga lepas per proyek, atau dilewati bila tidak ada.

Cara menghitung harga pokok penjualan

Untuk usaha dagang dan produksi kecil, rumus HPP yang paling praktis:

HPP = persediaan awal + pembelian bahan atau barang - persediaan akhir

Persediaan akhir harus dihitung fisik di akhir periode. Tanpa hitung stok, pembelian bulan ini akan dianggap habis terjual semua, sehingga laba bulan ini terlihat lebih kecil dan laba bulan depan terlihat lebih besar dari kenyataannya.

Contoh cara membuat laporan laba rugi UMKM

Contoh berikut memakai sebuah toko kue untuk bulan Oktober 2026. Angkanya ilustrasi.

Pendapatan

  • Penjualan kotor: Rp 48.000.000
  • Retur dan diskon: Rp 500.000
  • Pendapatan bersih: Rp 47.500.000

Harga pokok penjualan

  • Persediaan bahan awal bulan: Rp 6.000.000
  • Pembelian bahan selama bulan: Rp 20.000.000
  • Persediaan bahan akhir bulan: Rp 5.000.000
  • HPP: Rp 21.000.000

Laba kotor: Rp 47.500.000 - Rp 21.000.000 = Rp 26.500.000

Beban operasional

  • Gaji dan upah: Rp 9.000.000
  • Sewa tempat: Rp 4.000.000
  • Listrik dan air: Rp 1.200.000
  • Iklan dan promosi: Rp 1.500.000
  • Transport dan ongkos kirim: Rp 800.000
  • Total beban operasional: Rp 16.500.000

Laba usaha: Rp 26.500.000 - Rp 16.500.000 = Rp 10.000.000

Beban lain: biaya administrasi bank Rp 50.000.

Laba sebelum pajak: Rp 9.950.000

Dari contoh ini pemilik bisa membaca dua angka penting. Margin kotornya sekitar 56 persen, artinya dari setiap Rp 100 penjualan, Rp 56 tersisa setelah bahan. Margin usahanya sekitar 21 persen. Bila bulan depan margin kotor turun padahal harga jual tetap, penyebabnya hampir pasti harga bahan atau bahan yang terbuang.

Pos yang sering salah masuk

Kesalahan berikut membuat laba terlihat lebih besar atau lebih kecil dari kenyataan:

  • Pengambilan pribadi pemilik (prive) dicatat sebagai beban. Prive mengurangi modal, bukan laba. Belanja rumah tangga dari rekening usaha harus dipisahkan.
  • Setoran modal atau pinjaman dicatat sebagai pendapatan. Uang yang masuk dari pemilik atau bank bukan hasil penjualan.
  • Cicilan pinjaman pokok dicatat sebagai beban. Yang menjadi beban hanya bunganya.
  • Pembelian peralatan besar, misalnya oven atau mesin, dicatat sekaligus sebagai beban bulan itu. Peralatan yang dipakai bertahun-tahun adalah aset, dan bebannya dibagi sepanjang umur pemakaiannya.
  • Transaksi tanpa bukti yang dicatat dari ingatan di akhir bulan. Angka yang diingat hampir selalu lebih kecil dari kenyataan.
  • Potongan PPh 21 dan iuran BPJS karyawan dicatat sebagai beban perusahaan. Potongan itu adalah uang karyawan yang Anda setorkan atas nama mereka. Yang menjadi beban perusahaan hanya gaji kotor dan bagian iuran BPJS yang memang ditanggung perusahaan.

Membaca laporan laba rugi untuk mengambil keputusan

Laporan yang sudah jadi baru berguna bila dibaca dengan pertanyaan yang tepat. Tiga pertanyaan berikut cukup untuk rapat bulanan pemilik usaha kecil:

  1. Apakah margin kotor stabil? Bandingkan persentase laba kotor terhadap pendapatan dari bulan ke bulan. Penurunan dua atau tiga poin tanpa perubahan harga jual adalah tanda harga bahan naik, ada bahan terbuang, atau ada diskon yang tidak terkendali.
  2. Beban mana yang tumbuh lebih cepat dari pendapatan? Hitung setiap beban sebagai persentase pendapatan. Beban iklan yang naik dua kali lipat sementara penjualan hanya naik sedikit perlu dievaluasi.
  3. Mengapa laba tidak sama dengan uang di rekening? Laba bukan kas. Penjualan yang belum dibayar pelanggan, stok yang menumpuk, dan cicilan pokok pinjaman membuat saldo bank bisa jauh di bawah laba. Karena itu laporan laba rugi sebaiknya selalu dibaca bersama laporan arus kas.

Pemilik yang rutin menjawab tiga pertanyaan ini biasanya lebih cepat menyadari masalah dibanding yang hanya melihat angka laba bersih di baris terakhir.

Seberapa sering laporan dibuat

Buat laporan laba rugi setiap bulan, lalu gabungkan menjadi laporan tahunan. Laporan bulanan memberi waktu untuk bereaksi: harga bahan yang naik, beban iklan yang tidak menghasilkan, atau bulan sepi yang perlu disiasati. Laporan tahunan dibutuhkan untuk pajak, pengajuan kredit, dan evaluasi rencana tahun berikutnya. Kunci keduanya sama, yaitu transaksi dicatat setiap hari dengan bukti, bukan direkap di akhir periode.

Membuat laporan laba rugi di Polynusa

Modul Akuntansi Polynusa punya mode Dasar untuk pemilik usaha yang tidak ingin belajar akuntansi lebih dulu. Alurnya empat langkah: input data, transaksi, validasi, lalu laporan. Bukti transaksi bisa dikirim lewat WhatsApp dari nomor yang Anda izinkan, dibaca AI, lalu ditahan sampai Anda konfirmasi. Laporan menampilkan laba rugi dengan baris pendapatan, harga pokok penjualan, beban, dan laba bersih, juga neraca dan arus kas, dan bisa diunduh sebagai PDF. Pencatatannya berbasis transaksi kas yang benar-benar masuk dan keluar. Mode Profesional menambah jurnal dan ekspor CSV atau Excel bagi yang membutuhkan.

Satu syarat yang sering dilupakan: isi saldo awal kas, bank, dan utang sebelum mulai, karena tanpa saldo awal semua angka berangkat dari titik yang salah. Cara mengirim bukti dari tim lapangan kami bahas di artikel mencatat bukti transaksi dari foto WhatsApp. Modul akuntansinya bisa dicoba lewat uji coba gratis, dan paketnya ada di halaman harga Polynusa.

FAQ

Apa saja isi laporan laba rugi sederhana?

Pendapatan, harga pokok penjualan, laba kotor, beban operasional, laba usaha, pendapatan dan beban lain, pajak, lalu laba bersih. Usaha jasa tanpa barang dagangan bisa mengganti HPP dengan biaya langsung jasa atau melewatinya.

Bagaimana cara menghitung HPP untuk UMKM?

Untuk usaha dagang dan produksi kecil, HPP sama dengan persediaan awal ditambah pembelian, dikurangi persediaan akhir. Persediaan akhir harus dihitung fisik di akhir periode agar laba tidak bergeser antarbulan.

Apakah pengambilan uang pribadi pemilik termasuk beban?

Tidak. Pengambilan pribadi atau prive mengurangi modal pemilik, bukan laba usaha. Mencatatnya sebagai beban membuat laba terlihat lebih kecil dan menyembunyikan seberapa sehat usaha sebenarnya.

Seberapa sering UMKM perlu membuat laporan laba rugi?

Idealnya setiap bulan, lalu digabung menjadi laporan tahunan. Laporan bulanan memberi waktu untuk bereaksi terhadap kenaikan harga bahan atau beban yang tidak menghasilkan.

Apakah UMKM wajib membuat laporan keuangan?

Untuk pajak, bank, dan investor, laporan keuangan hampir selalu diminta. SAK EMKM menetapkan laporan minimum berupa laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan.

Coba sendiri, gratis 3 hariHubungkan WhatsApp, lalu kirim nota pertama Anda.
Mulai coba gratis
BACA JUGA
BISNISAbsensi Online Selain Google Form: Pilihan GPS, QR, Sidik Jari, dan Wajah untuk Tim Kecil
BISNISCRM WhatsApp Gratis: Apa yang Benar-benar Gratis di Setiap Jalur, dan Cara Mulai Tanpa Biaya
BISNISPPh Final UMKM Terbaru: Isi PP 20/2026, Jangka Waktu per Jenis Usaha, dan Contoh Hitungnya